Pengantar Asesmen Diagnosis Berkala

Halo Bapak, Ibu Guru! Masih ingatkah Anda dengan video testimoni tantangan yang dihadapi guru selama pembelajaran jarak jauh? Jika Anda cermati, terdapat guru yang mengeluhkan bagaimana melakukan asesmen dalam kondisi seperti saat ini. Jika diberikan tes, guru khawatir siswa tidak mengerjakan dengan jujur. Jangankan belajar di rumah, secara tatap muka saja masih sering terjadi kecurangan siswa mengerjakan tes tertulis. Bagaimana menurut Bapak, Ibu? Apakah Anda juga merasakannya?

Permendikbud Nomor 18 Tahun 2018 menjelaskan bahwa salah satu tugas pokok guru ialah menilai atau melakukan asesmen untuk mengukur pencapaian hasil belajar siswa. Dalam hal ini, guru berperan melakukan diagnosis untuk melihat perkembangan belajar siswa. Apa tujuannya? Ya, seperti yang Anda pelajari pada topik sebelumnya, mengamati perkembangan belajar siswa diperlukan agar guru dapat dengan mudah memberi pengalaman belajar yang terarah dan berkelanjutan melalui pemberian umpan balik. 

Akan tetapi, merancang dan melakukan asesmen menjadi tantangan yang dikeluhkan guru. Tantangan ini semakin terasa dalam kondisi pembelajaran jarak jauh seperti saat ini. Sebenarnya, asesmen seperti apa yang perlu dikuasai guru? Apakah asesmen dilakukan hanya di akhir pembelajaran? Pertanyaan tersebut menjadi pokok bahasan pada topik ini. Mari kita pelajari topik asesmen diagnosis berkala ini hingga selesai.

Klik pada tombol “Tandai Telah Selesai” untuk melaporkan pada sistem bahwa Anda sudah menyelesaikan pelajaran pada modul ini.