Asesmen Formatif sebagai Asesmen Diagnosis Berkala

Pada aktivitas sebelumnya, Anda telah memahami tujuan dan prinsip asesmen formatif. Apa poin penting yang Anda dapatkan? 

Berdasarkan tujuan dan prinsip asesmen formatif dapat diketahui bahwa asesmen formatif merupakan penilaian yang berorientasi pada proses pembelajaran agar siswa memperoleh umpan balik dari guru untuk memperbaiki capaian belajarnya. Umpan balik dan tindak lanjut dalam asesmen formatif diperlukan agar siswa memaknai pengalaman belajar yang telah dilakukan, tidak hanya hasil yang telah dicapai. 

Orientasi pada proses sebagai salah satu prinsip asesmen formatif pada pelaksanaannya dilakukan secara berkala dan berkelanjutan. Tidak hanya dilihat dari hasil akhir saja, tetapi guru memantau perkembangan proses belajar siswa, memberi umpan balik dan tindak lanjut dari hasil yang diperoleh. Jika pada topik sebelumnya Anda telah mempelajari asesmen diagnosis awal, guru juga perlu melakukan asesmen diagnosis secara berkala. Terlebih pada pembelajaran jarak jauh, asesmen diagnosis berkala dapat digunakan untuk memetakan kemampuan belajar siswa. 

Jika dikaitkan dengan tujuan dan prinsip asesmen formatif, asesmen diagnosis berkala dapat pula dikatakan sebagai asesmen formatif. Mengapa demikian? Berikut terdapat infografis tujuan dan prinsip asesmen diagnosis berkala. Anda dapat membandingkan dengan tujuan dan prinsip asesmen formatif untuk mencari keterkaitan antar keduanya. 

Klik pada tombol “Tandai Telah Selesai” untuk melaporkan pada sistem bahwa Anda sudah menyelesaikan pelajaran pada modul ini.