Tiga Kategori Asesmen Pembelajaran

Seperti yang Anda ketahui, asesmen dalam pembelajaran bertujuan mengumpulkan dan mengolah informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar siswa. Dalam hal ini, mengukur seberapa jauh kemajuan belajar siswa berarti akan mengukur kemajuan belajar guru. Mengapa demikian? Jika guru mampu mendiagnosis kebutuhan belajar siswa, apa yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan berarti secara langsung guru dapat merefleksikan pembelajaran yang telah dilakukan. Hasil asesmen yang diperoleh dapat digunakan untuk menentukan strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan belajar siswa. 

Lantas, asesmen seperti apa yang dibutuhkan guru? Apakah asesmen hanya berupa tes tertulis? Miskonsepsi yang sering terjadi asesmen dilakukan secara terbatas dalam tes tertulis di akhir pembelajaran. Padahal asesmen tidak hanya dilakukan di akhir materi pembelajaran. Bagaimana bisa? Kita perlu mengetahui bahwa asesmen pembelajaran dikategorikan dalam tiga jenis, diantaranya:

  1. Asesmen terhadap pembelajaran (assessment of learning)
  2. Asesmen untuk pembelajaran (assessment for learning)
  3. Asesmen sebagai pembelajaran (assessment as learning

Bagaimana penjelasan setiap kategori asesmen tersebut? Silakan cermati infografis berikut.

Sudah mencatat poin-pon penting dari infografis tersebut? Silakan lanjut ke aktivitas berikutnya.

Klik pada tombol “Tandai Telah Selesai” untuk melaporkan pada sistem bahwa Anda sudah menyelesaikan pelajaran pada modul ini.